Saturday, September 13, 2014

NILAI TAMBAH MANUSIA

Otak merupakan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Anda bisa mengetahui dan memetakan kejadian yang ada di depan Anda karena adanya otak. Semua yang pernah dilihat mata, dirasakan oleh kulit, dan dikecap oleh lidah telah terekam dalam memori otak Anda. Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaan itu terwujud oleh adanya akal pikiran yang menggerakkan manusia. 

Sejak dilahirkan, manusia telah mengalami beberapa fase dalam menjalani kehidupannya. Fase yang membentuk manusia umumnya sangat kompleks, unik, dan mempunyai kekhususan yang meliputi unsur fisik, mental, dan sosial. Perkembangan jiwa manusia meliputi aspek kognitif, emosi, perilaku, sosialisasi, dan komunikasi. Aspek kognitif merupakan kemampuan seseorang untuk menerima, mengolah serta menggunakan berbagai macam informasi yang diperolehnya melalui lingkungan di sekitarnya.

Anda tentunya masih ingat ketika masih kecil, Anda diajari oleh orangtua Anda untuk mengenal benda-benda di sekitar Anda. Begitu pula dengan apa yang melekat pada tubuh Anda. Ketika berusia dua tahun, orangtua mengajari anaknya kegunaan dari indera yang dimiliki seseorang. Bisa Anda bayangkan, bukan? Usia dua tahun merupakan masa dimana seorang anak ingin menyentuh apapun dan mencoba segalanya. Hal tersebut terjadi karena si anak terdorong keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Apa yang terjadi ketika orangtua selalu melarang tindakan si anak? Tentunya sikap serba melarang akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri dan mengurangi perasaan aman didalam diri seorang anak. Balita berusia dua tahun belum memahami arti bahaya dari hasil perbuatannya.

Berbagai metode pengasuhan anak bermunculan belakangan ini. Semua upaya tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi manusia kecil tersebut. Tuhan telah memberikan karunia besar dengan meniupkan roh dan membiarkan Anda menjalani kehidupan. Tuhan telah memberikan bentuk fisik dan keluarga yang melimpahi Anda dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Bagaimana cara Anda untuk berterimakasih kepada Tuhan?

Sangat mudah. Berilah nilai tambah dari apa yang telah Anda miliki sejak lahir. Tuhan senantiasa melakukan kebaikan kepada umatNya. Itu artinya, Anda juga didorong untuk melakukan kebaikan terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya. Manusia dilahirkan dengan indera lengkap berupa mata, mulut, lidah, telinga, serta tangan dan kaki. Bahkan manusia berkebutuhan khusus pun diberi kelebihan tersendiri oleh Tuhan. Jika orang tersebut tidak memiliki penglihatan, Tuhan akan memberikannya pendengaran tajam yang melebihi orang lain. Jika orang tersebut tidak memiliki tangan, maka Tuhan menganugerahi kaki yang sangat lincah untuk menggantikan keberadaan tangan. Untuk berterimakasih kepada Tuhan, seluruh indera yang dimiliki harus digunakan. Ketika berdoa, tangan digunakan untuk menengadah, melipat, maupun berdzikir, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, menengadahkan tangan atau lainnya adalah perbuatan yang paling sederhana dalam berterimakasih kepada Tuhan. Gunakanlah tangan untuk memeluk orang-orang yang marah. Gunakanlah tangan untuk membelai anak yang membutuhkan kasih sayang. Gunakanlah tangan untuk bekerja menghidupi keluarga.

Mengapa setiap manusia harus memberikan nilai tambah terhadap setiap penciptaan Tuhan? Coba perhatikan majalah atau media massa di sekitar Anda. Ada banyak iklan produk yang memberikan tempelan kata plus untuk menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan memiliki nilai lebih. Produk suplemen misalnya. Saat ini Ester C dikenal sebagai multivitamin generasi ketiga yang berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh tanpa memberikan efek samping berupa nyeri lambung bagi penderita sakit maag. Produk Ester C pun telah dikembangkan oleh salah satu produsen suplemen di Indonesia menjadi Ester C plus dengan tambahan chlorella dalam tiap butir pilnya. Sekarang apakah guna penambahan kata plus pada produk Ester C tersebut? kata plus mengandung arti bahwa obyek yang lebih baik dan atau memiliki nilai tambah dibandingkan produk yang sebelumnya.

Semua hal yang memiliki nilai tambah selalu lebih baik dan berkualitas. Tuhan menyebut manusia yang memiliki nilai tambah sebagai “garam dunia”. Sebagai garam, manusia harus siap setiap saat untuk memberikan rasa baru kepada jiwa-jiwa hambar yang belum mengenal Tuhan. Garam memberikan rasa baru bagi suatu masakan. Manusia harus mampu memberikan rasa baru bagi lingkungan disekitarnya. Dalam mempertajam nilai tambah manusia, ada sepuluh komponen penting yang bisa terus Anda kembangkan. 

A. KOMUNIKASI

Sampaikan apa yang menjadi keinginan ataupun apa yang mengganjal dalam benak Anda secara halus dan jelas. Komunikasi tidak hanya berlangsung lewat pembicaraan verbal saja. Ingatlah bahwa Anda hidup di dalam budaya ketimuran yang kental. Sejak kecil, Anda tentu diajarkan untuk selalu peka terhadap sekitar. Komunikasi yang tergali lewat bahasa tubuh dan ekspresi marah sama pentingnya dengan luapan kata-kata. Pahami tatapan mata yang tidak memperbolehkan Anda untuk mengganggu sebuah pembicaraan, isyarat tangan yang meminta Anda untuk diam, dan sebagainya. 

B. HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

Kenali kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan agama yang mengajari kebiasaan dan tata nilai atau norma yang berbeda. Tidak ada satupun di dunia ini yang sama, semua mengandung unsur perbedaan. Bahkan anak kembar pun memiliki perbedaan. Manusia diciptakan dengan penuh perbedaan. Tujuannya tentu bukan untuk saling membenci atau saling menjauhi, akan tetapi untuk saling mengenal dan memahami. Dengan kuasaNya, bisa saja Tuhan menciptakan keberagaman. Namun Tuhan tidak menghendaki hal tersebut. Tuhan menginginkan adanya perbedaan di antara semua ciptaanNya. Jika Anda tidak bisa menerima keberadaan yang lain dan tidak bisa hidup berdampingan dengan baik, maka samalah artinya dengan Anda belum mampu merefleksikan maksud dan tujuan Tuhan. 

C. KASIH SAYANG 

Perasaan cinta dan kasih sayang selalu ada di hati setiap manusia. Tuhan menciptakan kasih sayang agar manusia dapat hidup berdampingan dengan damai. Seorang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai akan mengikatkan diri di dalam tali suci pernikahan. Mereka membentuk keluarga dan menurunkan perasaan cinta dan kasih sayang tersebut kepada anak-anaknya. Jika perasaan tersebut memudar atau bahkan mungkin menghilang, maka keluarga yang tadinya bahagia akan tercerai berai. Hilangnya kasih sayang akan menimbulkan kekosongan di dalam hati manusia.

Mengapa manusia masih saja berselisih? Peperangan terjadi dimana-mana karena egoisme manusia untuk mencapai kepentingannya. Mereka yang telah kehilangan kasih sayang akan menimbulkan kekacauan di sekitarnya. Kasih sayang yang dimiliki orangtua kepada anaknya bisa berubah menjadi pertikaian. Di dunia ini banyak cinta palsu yang dibentuk atas kekuasaan dan kekayaan. Hari ini mereka berhubungan baik, hari esok mereka bermusuhan. Padahal, manusia tidak akan merasa bahagia dengan perpecahan dan permusuhan. Tanpa kasih sayang, suami-istri bercerai, suatu kelompok bertikai, antar sahabat saling mengecewakan, dan anak-anak menyakiti keluarganya. Orang-orang yang menderita sakit jantung, darah tinggi, dan sebagainya sesungguhnya berpuncak dari tekanan hidup akibat terpeliharanya rasa benci.

Perang terjadi karena manusia tidak mampu membendung rasa benci. Kelompok yang satu tidak sanggup menahan diri dari tantangan kelompok lain yang menginginkan pengaruh. Tidak ada satupun perang di dunia ini yang berawal dari keinginan manusia untuk berbuat kebaikan. Coba Anda lihat keluarga-keluarga yang mampu menjaga keharmonisan di tengah ujian hidup yang paling pahit sekalipun. Mereka akan selalu berada dalam ketenangan karena merasa Tuhan tengah menjaga mereka. Negara-negara yang memilih untuk tidak berperang identik dengan kesejahteraan masyarakatnya. Tidak perlu lagi ada desingan peluru, ledakan bom, teror, lemparan batu, tangisan perempuan dan anak-anak untuk mewujudkan kekuasaan. Hidup damailah karena cinta yang berkuasa. 

D. BERBAGI 

Biasakan diri Anda untuk berbagi kepada sesama. Dalam hidup, Anda tidak sendirian, masih ada orang lain yang kondisinya bisa saja berbeda dan perlu dibantu. Manusia cenderung melakukan perhitungan ketika sedang berbagi dengan sesamanya. Jika memiliki dua buah benda, maka ketika dibagi hanya akan tersisa satu. Jika hanya memiliki satu benda, bila diberikan maka tidak ada lagi yang tersisa. Perlu Anda sadari bahwa berbagi dengan sesama manusia tidak sama dengan hitungan didalam matematika. Ketika Anda tengah berbagi sesuatu yang Anda miliki, sesungguhnya barang tersebut tidaklah hilang, melainkan hanya berpindah tangan. Tuhan akan mengirimkan pengganti untuk Anda lewat tangan yang lain.

Saat Anda memberi, Tuhan sesungguhnya tengah melepaskan jiwa Anda dari belenggu duniawi. Tuhan tengah mendekatkan Anda dengan orang lain yang mengasihi Anda. Ketika seseorang yang tengah Anda bagi memberikan senyuman bahagia dan mengucapkan terimakasih, rasakan ketenangan dan kedamaian dalam hati Anda. 

Roda kehidupan selalu berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Anda akan merasakan semua siklus tersebut. Jika Anda membiasakan diri untuk berbagi, ketika Anda tengah berada di bawah, Anda tidak akan merasakan kesulitan terlalu lama. Orang-orang di sekitar Anda akan dengan senang hati membagikan apa yang mereka miliki. Itulah buah dari kebaikan. Tidak hanya berbagi kepada manusia saja, Anda juga bisa berbagi kepada hewan dan tumbuhan juga. Penciptaan bumi ini tidak hanya untuk manusia, melainkan juga rumah bagi makhluk hidup lainnya. Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia. Untuk menunjukkan kemuliaan tersebut, hargailah semua yang ada di muka bumi ini. 

E. KEPEMILIKAN

Eksistensi setiap manusia ditentukan oleh manusia yang lainnya. Anda dan orang-orang di sekitar Anda bisa saja menjadi pribadi yang asing satu sama lain, terlebih di era teknologi seperti saat sekarang. Manusia kini lebih memilih televisi, telepon genggam, komputer, laptop, dan sebagainya sebagai sarana untuk menghabiskan waktunya daripada berinteraksi dengan orang lain. Banyak dari pemuda dan remaja lebih nyaman berinteraksi dalam dunia maya daripada berinteraksi secara langsung lewat tatap muka. Melalui kecanggihan teknologi, manusia merasa lebih bebas, lebih nyaman, tidak terikat oleh nilai dan norma dalam masyarakat, bahkan merasa lebih bisa menjadi dirinya sendiri. Manusia pun merasa mampu menjalani kehidupannya sendiri tanpa mempedulikan sekitarnya. 

Nyamankah hidup seperti demikian? Apa yang dinikmati manusia melalui teknologi hanyalah sesuatu yang sifatnya semu. Lingkungan bukan hanya sekedar tempat untuk menambah relasi. Lingkungan tidak selalu sekedar tempat untuk mencari kebutuhan yang belum terpenuhi. Namun lingkungan yang sesungguhnya merupakan wadah untuk saling mengisi dan melengkapi. Manusia belajar untuk saling berinteraksi, saling memberi dan menerima, saling mengoreksi, menegur, serta saling melengkapi di lingkungannya. Lingkungan yang Anda tinggali sekarang tidak hanya berfungsi sebagai cermin untuk melihat sudut pandang yang sama sekali berbeda, tetapi juga sarana untuk memperbaiki diri. Ketika manusia mulai mengerti keberadaan lingkungannya, rasa memiliki atau sense of belonging dapat ditumbuhkan.

Jika Anda memiliki sebuah rumah, tentu Anda akan merawat dan membersihkan rumah tersebut setiap hari. Rumah merupakan sebuah tempat untuk melepas rasa lelah dan berkumpul bersama keluarga. Anda merawat rumah Anda karena ada rasa kepemilikan didalamnya. Sebuah tindakan yang dilakukan karena Anda merasa bertanggung jawab. Oleh karena itu, milikilah lingkungan tempat Anda tinggal. 

F. KEPEDULIAN DAN PERHATIAN 

Hidup yang penuh kepedulian akan membawa kita ke dalam hidup yang lebih bermakna, dan membuat kita lebih menikmati hidup. Alfred Adler mendefinisikan empati dengan kemampuan seseorang untuk “melihat dengan mata orang lain, mendengar dengan telinga orang lain, dan merasakan dengan hati orang lain”. Rasa kepedulian, kasih sayang, dan keinginan untuk menolong sesama bersumber dari adanya rasa empati pada diri seseorang. Seorang yang mempunyai rasa empati dapat merasakan penderitaan makhluk hidup lainnya. Akibatnya, timbullah keinginan untuk dapat berbuat sesuatu untuk menolong atau meringankan penderitaan sesama makhluk hidup.

Menumbuhkan rasa empati harus dimulai sejak dini, mulai dari dalam keluarga dan sekolah. Lingkungan yang penuh cinta dan rasa aman adalah syarat penting bagi proses tumbuhnya empati dalam diri manusia. Seorang anak yang terbiasa menerima perlakuan kasar dari orangtuanya akan keras hatinya sehingga rasa untuk berempati cenderung tertutup, ketika diajak merasakan penderitaan orang lain. 

G. PERASAAN 

Masihkan Anda ingat bagaimana rasa takut atau rasa berani mendorong Anda untuk melompat dari papan loncat di kolam renang atau bersepeda tanpa bantuan teman untuk pertama kalinya? Bukankah emosi yang seolah berada di belakang punggung Anda mendorong Anda untuk tetap melakukannya? Rasa takut, seperti takut kebanjiran, takut rugi, takut kena marah guru, takut dipermalukan di depan umum, dst. membuat Anda mau tak mau berusaha mengendalikan perilaku Anda. Ketika takut, bisa saja detak jantung Anda bertambah cepat dan tanganpun mengeluarkan keringat dingin. Sebaliknya, ketika marah, muka menjadi merah padam, emosi bergejolak, dan ingin sesegera mungkin menyakiti musuh. Ketika emosi berbicara, maka tubuh pun ikut bereaksi untuk menunjukkannya.

Pelajaran pertama supaya dapat memanfaatkan perasaan adalah dengan mengenalinya. Bila Anda berani jujur pada diri sendiri, Anda pasti bisa mengakui bahwa ada begitu banyak kebohongan yang ada dalam hati Anda. Anda sering menepis adanya rasa iri, khawatir, takut kalah, cemburu, dan lain-lain. Pernahkah Anda menemui seorang kawan yang sebenarnya iri tetapi mengklaim bahwa dirinya kecewa? Itu berarti kawan Anda tidak jujur terhadap dirinya sendiri dan pada Anda. Bila ia hanya ber-acting saja, pura-pura kecewa padahal ia sadar bahwa ia iri, biasanya ia pun bisa mengendalikan kata-kata dan perilakunya. Ketidakmampuan ini adalah awal dari tidak berdamainya individu dengan perasaannya. 

Berkenalan dengan emosi dalam diri sendiri sama halnya dengan cara orang lain yang hendak berkenalan dengan Anda. Cobalah melihat ke depan cermin ketika Anda tengah melakukan kebohongan pada perasaan Anda. Anda mungkin akan terkejut ketika melihat bagaimana berbedanya ekspresi yang Anda perlihatkan kepada orang lain dengan perasaan Anda yang sebenarnya. 

H. KEBERANIAN MEMILIH 

Prinsip keberanian dalam hidup mengatakan bahwa siapapun Anda, Anda harus mampu memilih dengan berani jalan hidup seperti apa yang akan Anda tempuh. Sudah selayaknya Anda memilih untuk mengisi kehidupan ini dengan segala hal yang memang seharusnya Anda hendak jalani. Sebagai seorang pembelajar, misalnya, Anda harus belajar dengan tekun, menanggung lelahnya belajar, sulitnya menguasai sebuah materi pembelajaran dan beratnya mempertahankan daya ingat akan sesuatu.

Hidup merupakan sebuah pilihan. Siapa yang berani berbuat harus mampu untuk mempertanggung jawabkannya. Demikian pula jika Anda telah memilih jalan yang dianggap masyarakat secara umum adalah jalan yang kurang baik. Anda harus berani untuk menghadapi segala resiko yang disebabkan oleh pilihan tersebut, yang mungkin saja mengancam keselamatan Anda, baik di dunia maupun di akhirat. Semua ini akan membawa Anda kepada kesadaran penuh akan segala tindakan yang hendak Anda ambil. Kesadaran bagi manusia yang telah menempuh jalan kebaikan akan mendatangkan keyakinan penuh atas jalan yang telah ditempuhnya tersebut, memicu motivasi, dan meningkatkan produktivitas. 

Maka, tidak ada pilihan bagi Anda, kecuali berani memilih jalan kebenaran. Anda harus berani mengakui kesalahan Anda bila tindakan yang telah Anda ambil memang salah, serta berani untuk bertanggung jawab atas segala tindakan yang diputuskan untuk mengisi hidup tersebut. Hidup memang harus dijalani dengan keberanian dan kesadaran diri yang benar.

Pembunuh hebat di zaman modern ini tidak berasal dari minuman kemasan, junk food, senjata pembunuh massal, ataupun penyakit fisik. Keadaan putus asa, perasaan mudah menyerah, rasa takut dan cemas, dan ketidakpercayaan diri merupakan racun yang merajalela dalam hidup seseorang. Secara perlahan namun pasti, mental manusia menjadi lebih lemah sehingga membuat seseorang menjadi terpuruk dan mungkin tidak bisa bangkit dari keterpurukannya tersebut. tidak perlu takut untuk menjadi seseorang yang berbeda. Anda harus memiliki keberanian untuk memperlihatkan diri Anda, daripada Anda hanya bersembunyi dari dunia yang nyata. 

I. KEHIDUPAN 

Setiap manusia selalu memiliki cara untuk memaknai kehidupan. Anda juga bisa melakukannya, yaitu dengan bekerja setiap hari dan dengan selalu menanamkan harapan dan menumbuhkan kebahagiaan bagi orang lain. Seperti halnya orangtua yang setiap hari membantu anak-anaknya. Coba Anda pikirkan, siapa yang sebenarnya benar-benar berpengaruh dalam dunia ini? Para pemimpin, tokoh kenamaan, ataukah orang-orang biasa? Para pemimpin maupun tokoh kenamaan hanya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan beberapa orang di sekitarnya. Kalau begitu, apa perbedaannya mereka dengan orang-orang biasa? Anda sesungguhnya memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan beberapa orang, khususnya keluarga dan orang-orang yang Anda kasihi. 

Hidup adalah kepastian dan terjadi dengan begitu saja, di luar kehendak manusia. Sementara manusia menjalani kehidupannya melalui setiap kemungkinan dan pilihan, yang oleh karenanya, manusia perlu berpikir dan merencanakan sesuatu. Menjalani hidup sekedarnya sebagai manusia tentu belumlah cukup, Anda harus memberikan makna terhadapnya. Keberadaan tidaklah cukup, Anda juga harus hadir. Perbedaan mendasar dari ada dan hadir adalah kesadaran dan relasi. Ada tidak mengharuskan adanya kesadaran dan relasi, sedangkan kehadiran mengharuskan adanya kesadaran dan relasi yang dibentuk. 

J. MENGATASI MASALAH 

Masalah ada bukan untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Karena dengan adanya masalah, Anda bisa belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih bijak. Masalah memang terlihat mengganggu, namun harus selalu ada dalam kehidupan manusia. Mengapa? Tuhan mengajak Anda untuk mengerti seberapa besar kemampuan yang Anda miliki. Tuhan mengajarkan manusia untuk terus belajar dan mengambil hikmah dari setiap masalah yang dihadapi. Yakinkan diri Anda bahwa setiap satu masalah telah berhasil Anda selesaikan, Anda sudah menjadi satu pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya.

1 comment: